Selasa, 20 September 2011

Akibat Pengaruh Narkoba


Akibat Pengaruh Narkoba
    Sovi adalah seorang penyanyi jalanan di sekitar Jakarta.Dia hanya bersekolah sampai tingkatan smp ,oleh karena itu ia sulit mencari perkerjaan .Ia tinggal bersama ibu tirinya karena orang tua kandungnya telah meninggal saat Sovi berumur 3 tahun.Sebelumnya ia berkerja sebagai penyanyi jalanan.
   Suatu hari saat Sovi mengamen ia bertemu dengan seorang pemilik club malam yang bernama pak Irwan dan ditawarkan untuk bernyanyi di club miliknya dan Sovi menjawab”Baiklah pak” dan Sovi diajak ke club milik pak Irwan.
   Pada hari itu sovi langsung berkerja,awalnya sovi rasakan berat namun lama kelamaan ia menjadi terbiasa.Suatu hari saat ia sedang berkerja ia ditawari obat-obatan terlarang oleh seseorang,awalnya ia menolak namun karena dipaksa akhirnya Sovi mencoba sedikit dan akhirnya ketagihan.
   Mala mini Sovi membuat pesta narkoba besar-besaran dan mengundang beberapa temannya dan bahkan pengunjung club,namun Sovi tidak mengetahui bahwa ada 3 orang polisi yang menyamar.akhirnya sovi tertangkap dan langsung dibawa ke kantor polisi.Sovi menunggu waktu persidanganya selama 2 bulan dan saat disidang ia divonis hukuman 6 tahun penjara.
Di penjara,Sovi hanya bias mengenang kenangan dirinya bersama ibunya.Semua harta yang ia punya telah disita dan apabila Sovi bebas ia hanya memakai pakaian yang ada di tubuhnya.Akhirnya karena ia tak kuat Sovi menajdi gila.

Senin, 19 September 2011

manusia sbg khalifah

Mengapa Manusia Jadi Khalifah di Bumi?

Alif Magz - detikRamadan
Mengapa Manusia Jadi Khalifah di Bumi?
Jakarta - Tanya: 
Kenapa manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi, jika pada akhirnya apabila dalam mengemban tugas tersebut manusia melakukan kesalahan, maka manusia akan dijatuhi hukuman yang berat? Sedangkan Allah menciptakan manusia dengan berbagai macam karakter dan hawa nafsu yang menyebabkan manusia lalai.

Bahkan secara ekstrem, ada manusia dengan karakter jahat yang meninggal dalam keadaan belum bertaubat, sehingga harus mendapatkan ganjaran di akhirat. Padahal dia tidak ingin dilahirkan ke dunia ini dan mengemban tanggung jawab ini.

Kenapa Allah tidak menjadikan manusia dengan karakter baik saja dan tetap memiliki hawa nafsu namun mengarah pada hal yang baik saja? Sedangkan Allah Maha segalanya dan bisa mewujudkan hal ini.

Saya tidak meragukan keberadaan Allah dan Keesaannya. Saya hanya ingin tahu, kenapa?

(Joko R)

Jawaban:
Tujuan penciptaan manusia yang asasi (fundamental) agar manusia menyadari eksistensi dirinya sebagai hamba ('abid) yang mendorongnya untuk beribadah kepada Allah (QS Adz-dzariyat/51: 56). Inilah yang dinamakan fungsi kehambaan manusia. Selain itu, Allah mendelegasian sebagian otoritas-Nya kepada manusia untuk mengelola bumi dan memakmurkannya untuk kesejahteraan hidup manusia dunia akhirat. Inilah yang dinamakan fungsi kekhalifahan. Dua fungsi ini membawa konsekuensi tersendiri bagi manusia sebagai berikut:

1. Manusia menjadi makhluk yang terhormat yang menyebabkannya berada pada puncak piramida ciptaan Allah;

2. Manusia dilengkapi hidup dan kehidupannya denga akal dan kalbu. Dengan akal manusia bisa berpikir, mengembangkan alat dan teknologi untuk mempermudah hidup dan kehidupannya yang melahirkan sains dan teknologi. Dengan kalbu manusia bisa mengembangkan hidupnya dengan tenggang rasa, solidaritas, cinta, kasih sayang, berbagi dan peduli dengan sesamanya yang melahirkan kolektivitas dan kebersamaan. Dengan kalbu, manusia dapat mengembangkan hidupnya dengan nilai keruhaniaan (spiritualitas) yang menyebabkannya dapat merasakan adanya kekuatan di luar dirinya (kekuatan supernatural). Singkatnya, akal dan kalbu melahirkan peradaban manusia yang komprehensif meliputi aspek intelektual, emosi, spiritual, ekonomi, dan sosial);

3. Dengan akal manusia memiliki kebebasan berfikir dan kemampuan memilih yang menjadi dasar adanya pertanggung jawaban atas pilihannya;

4. Di atas landasan modalitas itulah Allah mengangkat manusia menjadi khalifah Allah di muka bumi. Allah pun tidak membiarkan manusia menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai khalifah di bumi tanpa bimbingan. Maka, Allah pun mengutus para Rasul, menurunkan wahyu (Al Qur'an), dan menjadikan Rasulullah (utusan Allah) sebagai uswah, model, atau teladan dalam menjalankan fungui kehambaan (ibadah) dan fungsi kekhalifahan (bermuamalah) di bumi.

5. Terhadap missi para Rasul, sikap manusia terbagi tiga. (1) Menolak dengan arogansi dan kesombongan (kafir, kufur); (2) Menerima dengan kerendahan hati (beriman); dan menyatakan menerima secara lisan, tetapi menunjukkan penolakan di dalam hati (munafik). Sementara yang beriman pun terbagi tiga: (1) Menganiaya diri sendiri, yakni menerima bimbingan, tetapi tidak merealisasikannya dalam keseharian. Ibadah tidak dilakukan, tanggung jawab kekhalifahan tidak diwujudkan; (2) bersikap sedang-sedang saja. Ibadah kondisional, tanggung jawab sosial kekhalifahan dilakukan musiman; dan (3) Bergegas dalam kebajikan. Maksudnya Ibadah dilakukan dengan optimal; tanggung jawab sosial kekhalifahan (muamalah) dilakukan dengan penuh kesungguhan. (QS Fathir/35: 32).

6. Dalam kerangka kehambaan dan kekhalifahan di atas, penciptaan potensi manusia, kebebasan dan pilihan bebas yang dimiliki manusia menjadi bermakna. Kehadiran Rasul dengan kitab suci dan missinya menjadi jelas manfaat dan kegunaannya. Masalahnya, terpulang kepada kesadaran manusia, akan diarahkan kemana hidup yang singkat ini? Wassalam.